KPM Mojoagung Ramaikan RPP Gusdur

IMG_1149

Moch. Fatoni memaparkan Sejarah Pemilu yang terpampang di Ruang Publik dan Diskusi RPP Gusdur kepada KPM Mojoagung, Jumat (19/5)

IMG_1158

Moch. Fatoni menantang para kader KPM Mojoagung memainkan Puzzel Sejarah Pemilu yang disediakan di Ruang Publik dan Diskusi RPP Gusdur, Jumat (19/5)

IMG_1170

Nobar (nonton bareng) sejarah pemilu antara KPM Mojoagung dan Komisioner di ruang Audio Visual RPP Gusdur, Jumat (19/5)

IMG_1181

Foto bersama KPM Mojoagung dengan Fatoni, Komisioner KPU Jombang, Jumat (19/5)

Jombang, kpu-jombangkab.go.id- Celetukan-celetukan ringan para Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) Kecamatan Mojoagung meramaikan Rumah Pintar Pemilu-Gubuk Sosialisasi Demokrasi Untuk Rakyat (RPP Gusdur) di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jombang, Jumat (19/5). Bertiga belas, mereka tidak henti-hentinya melontarkan pertanyaan dan celetukan kepada Mochammad Fatoni, Komisioner KPU Kabupaten Jombang yang siang itu turut mendampingi rombongan tersebut.

Display maket Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang terpajang di area terus RPP Gusdur sangat menarik perhatian mereka. Sebagian mengaku mengamati langsung TPS di daerah mereka yang dinilai tidak sama dengan kondisi TPS seperti pada maket TPS RPP Gusdur.

“Sesuai peraturan, idealnya TPS seperti pada maket ini yaitu ada pintu masuk dan keluar yang berbeda dan tidak semua orang boleh keluar masuk area TPS jika tidak berkepentingan langsung,” jelas Fatoni, Komisioner yang bertanggung jawab pada Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat.

Semua bagian RPP Gusdur yang ditunjukkan oleh Fatoni, mendapat tanggapan antusias dari rombongan KPM Kecamatan Mojoagung itu. Mereka sungguh-sungguh menyimak penjelasan yang disampaikan oleh Fatoni sembari sesekali melontarkan pertanyaan.

Misalnya Sefia Luluk, mantan Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Mojoagung yang sudah tiga kali menjabat tersebut, menanyakan peraturan terkait pembatasan dua periode pemilu bagi penyelenggara pemilu adhoc tingkat kecamatan dan desa. Fatoni menjawab bahwa pembatasan itu memang diatur dalam peraturan KPU tapi bisa jadi ada perubahan atau tidak tergantung kebijakan yang diambil oleh KPU RI.

Setelah berkeliling sembari beristirahat, mereka duduk lesehan di ruang audio visual RPP Gusdur sambil menyaksikan tayangan tentang Sejarah Pemilu di Indonesia mulai tahun 1955 dan rekaman Launching RPP Gusdur pada 22/4 lalu. Ruang audio visual yang nyaman membuat mereka betah berlama-lama hingga tak terasa hari beranjak sore.

“Harapannya Pemilu di Indonesia bisa sama dengan Pemilu pada tahun 1955 di mana tingkat partisipasinya paling tinggi mencapai 91 persen, sedangkan Pemilu akhir-akhir ini paling berkisar 50-75% saja,” imbuh Fatoni di pengujung acara. (dyta)

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *