Kader GMNI ‘Tantang’ KPU Diskusi Demokrasi di RPP Gusdur

IMG_1336

Wadud Burhan Abadi, Komisioner KPU Kabupaten Jombang Divisi Perencanaan dan Data meladeni diskusi mahasiswa dari GMNI Jombang di RPP Gusdur, Senin (22/5)

IMG_1351

Dja’far Divisi Teknis dan Abdul Wadud Burhan Abadi, Komisioner KPU Kabupaten Jombang Divisi Perencanaan dan Data meladeni diskusi mahasiswa dari GMNI Jombang di RPP Gusdur, Senin (22/5)

 

Jombang,kpu-jombangkab.go.id- Lazimnya aktivis, menggebu dan penuh idealisme terpancar dari ekspresi wajah dan ucapan setiap Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jombang saat berdiskusi seru dengan para Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jombang, Senin 22/5 siang, di Rumah Pintar Pemilu-Gubuk Sosialisasi Demokrasi Untuk Rakyat (RPP Gusdur). Mereka antara lain Roiyan Fauzi, Kharisun Nisa, Barokah Hilmi, Sahdan, dan Lutfi Utomo.

Topik yang mereka diskusikan hingga perdebatkan mulai dari transparansi KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu terhadap hasil pemungutan suara, problematika di Tempat Pemungutan Suara (TPS), sengketa pemilu, hingga e-voting. Mereka mengkritisi berbagai permasalahan dalam penyelenggaraan pemilu tersebut dan ingin mengetahui langsung jawaban dari para Komisioner sebagai perwakilan lembaga KPU.

“Soal e-voting mengapa masih menjadi bahan perdebatan di tingkat nasional itu masalah krusialnya cuma satu, yaitu ketersediaan infrastruktur yaitu listrik karena syarat utama terlaksananya e-voting adalah adanya aliran listrik di setiap pelosok wilayah Indonesia apalagi saat ini masih ada sekitar 12.000 desa yang belum teraliri listrik,” jelas Abdul Wadud Burhan Abadi, Komisioner KPU Kabupaten Jombang Divisi Perencanaan dan Data.

Sahdan, kader GMNI mengharapkan bahwa RPP Gusdur benar-benar bisa menjadi tempat belajar demokrasi dan pemilu yang sesungguhnya. Lebih dari sekadar tempat belajar yang mungkin saja bisa melahirkan tokoh-tokoh nasional dalam gerakan penegakan demokrasi.

Kader GMNI lainnya juga penuh rasa ingin tahu bertanya tentang tindak lanjut KPU atas segala permasalahan yang banyak terjadi dalam penyelenggaraan Pemilu. Soal transparansi misalnya terkait kebijakan unggah scan formulir C1 yaitu formulir hasil penghitungan suara dari setiap TPS yaitu ketika KPPS selesai melakukan penghitungan, formulir C1 harus langsung dikirim ke kantor KPU di wilayah tersebut.

“Soal pengiriman ini saja juga masih banyak kendala dan perlu perbaikan sarana dan prasarana bagaimana supaya C1 ini cepat sampai ke KPU dan segera diunggah melalui portal resmi yang disediakan KPU RI,” tukas Dja’far, Komisioner KPU Kabupaten Jombang Divisi Teknis, yang ikut mendampingi.

Tak terasa hingga dua jam diskusi berlangsung santai tapi serius dan juga akrab. Para Kader GMNI yang terdiri dari para mahasiswa dari beberapa fakultas di Undar antara lain: Fakultas Teknik, Hukum, dan Ekonomi, ingin mengajak rekan-rekan kampusnya untuk datang berkunjung ke RPP Gusdur dan memanfaatkan momen berharga untuk belajar kepemiluan. (dyta)

 

 

 

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *