Kader PPP Semangat Belajar Kepemiluan di RPP Gusdur

 

 

IMG_1312

Moch. Fatoni, Komisioner memainkan dart game bersama Kader PPP, Senin (22/5)

 

Jombang, kpu-jombangkab.go.id- Tiada sangka tiada duga, rombongan ibu-ibu Kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jombang begitu semangat bermain DART (menembak anak panah) kemudian menjawab pertanyaan yang dilontarkan Mochammad Fatoni, Komisioner KPU Kabupaten Jombang. Bahkan mereka tak segan menjawab bersahutan ketika Fatoni melemparkan pertanyaan bagaimana pendapat mereka tentang fenomena politik uang saat pemilu.

“Ya bagaimana memang sudah membudaya kalau tidak ada sangu juga susah mengajak orang memilih, meski itu salah,” ujar Ismi Lathifah menceritakan pengalamannya menghadapi politik uang saat Pemilu, di Rumah Pintar Pemilu-Gubuk Sosialisasi Demokrasi Untuk Rakyat (RPP Gusdur) di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jombang, Selasa 22/5 Pagi.

Choirul Ana, Kader PPP lainnya bahkan dengan tegas mengatakan bahwa ada pendapat yang diyakini di masyarakat bahwa para Caleg (Calon Anggota Legislatif) itu sebagian besar lupa sama pemilihnya jika sudah jadi. Sebelum lupa, maka masyarakat lebih memilih memanfaatkan momen menerima ‘sangu’ istilah mereka, daripada masyarakat sudah memilih tapi tidak dapat apa-apa meski Ana juga mengakui bahwa hal itu adalah salah.

Mendengar pendapat itu Fatoni menegaskan bahwa sudah saatnya para Kader Parpol ini ikut mendidik masyarakat untuk tidak mudah menerima politik uang begitu saja. Karena selain melanggar hukum dan bisa diberi sanksi, memilih karena mendapat sesuatu yang menguntungkan pemilih tanpa melihat apakah Caleg atau Calon peserta Pemilu tadi berkualitas atau tidak, akan lebih merugikan masyarakat itu sendiri.

“Mulai sekarang harus dimulai menghilangkan ‘tradisi’ jelek itu dan tugas dari para kader parpol ini termasuk member contoh kepada masyarakat bagaimana menjadi Pemilih yang cerdas dan anti politik uang,” tegas Fatoni, yang menemani para Kader PPP bersama Komisioner lain yaitu: AW Burhan Abadi, Muhaimin Shofi,  dan Dja’far.

Celotehan seru para Kader PPP yang cantik dan rapi itu juga berlangsung saat bermain permainan ular tangga pemilu dan menyaksikan cuplikan film Sejarah Pemilu di Indonesia di ruang audio visual RPP Gusdur. Mereka tak segan bertanya tentang dokumentasi yang terpampang di rak display dari penyelenggaraan Pemilu Bupati Jombang dan Pemilu Gubernur Jawa Timur Tahun 2013, serta Pemilu Legislatis dan Pemilu Presiden pada tahun 2014 lalu. Dalam rak display di ruang audio visual tersebut, mereka juga bisa mengetahui siapa saja yang pernah menjabat Bupati Jombang lengkap dengan fotonya.

“Mengapa RPP ini kami sebut gubuk atau lengkapnya Gubuk Sosialisasi Demokrasi Untuk Rakyat karena gubuk itu sendiri menyiratkan tempat yang sederhana untuk ngobrol atau bincang santai seperti para petani yang biasanya istirahat di gubuk di tengah sawah mereka sambil istirahat dan ngobrol santai dengan teman-temannya,” ujar Fatoni yang juga alumnus Universitas Brawijaya.

Fatoni menambahkan, harapan dari KPU Kabupaten Jombang bahwa dengan adanya RPP Gusdur maka tidak ada jarak antara KPU dengan masyarakat Jombang terutama yang peduli dengan Pemilu sebagai bagian dari demokrasi. Ke depannya masyarakat makin tak segan untuk memanfaatkan RPP Gusdur ini untuk belajar kepemiluan atau berdiskusi tentang demokrasi dan kehidupan bernegara.

“Semoga bisa jadi virus yang menularkan demokrasi untuk setiap lapisan masyarakat,” imbuh Fatoni. (dyta)

 

 

 

 

 

 

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *