Pilkada Serentak Disosialisasikan kepada Toga dan Tomas

18641559_1674867629203180_511462216_o

 

 

Mas’ud Kakesbangpol Jombang (nomor dua dari kanan) bersama Moch. Fatoni (paling kanan), komisioner KPU Jombang menjadi narasumber dalam Penyuluhan yang dilaksanakan oleh Bakesbangpol di Kecamatan Kudu, Selasa (23/5)

 

18641837_1674867925869817_213814080_o

Moch. Fatoni, komisioner KPU Jombang menjadi narasumber dalam Penyuluhan yang dilaksanakan oleh Bakesbangpol di Kecamatan Kudu, Selasa (23/5)

Jombang, kpu-jombangkab.go.id- Semakin dekatnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Jombang, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik  Kabupaten Jombang (Bakesbangpol) mengadakan penyuluhan kepada masyarakat. Kali ini,  yang menjadi sasaran adalah para Tokoh Agama (Toga), Tokoh Masyarakat (Tomas)  dan generasi muda Kecamatan Kudu, Selasa (23/5).

Sosialisasi yang berlangsung di pendapa Kecamatan Kudu itu mengambil tema  “Peran Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Organisasi Pemuda dalam Pemilukada Tahun 2018”. Bertindak sebagai nara sumber Drs. Moch. Fatoni, MM, anggota  Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jombang, dan Drs. Mas’ud, MSi, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jombang serta tuan rumah M. Sholahudin, S,STP Camat Kudu. Acara dimoderatori oleh Gatot Kertohadi, SH, M.Hum  Sekretaris Bakesbangpol.

Drs. Mas’ud, MSi, Kepala Bakesbangpol memaparkan kewajiban dan peran Pemerintah Daerah dalam mensukseskan Pemilukada, diantaranya, kewajiban memberikan informasi atau data kepada pasangan calon dalam membuat materi kampanye; memberikan kesempatan penggunaan fasilitas umum untuk kegiatan kampanye pendistribusian dan pengamanan perlengkapan pemungutan suara.

Selain itu, Pemerintah Daerah juga mempunyai tanggungjawab mengembangkan kehidupan demokrasi di daerah, khususnya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilih. “Termasuk kewajiban Pemerintah Daerah adalah memfasilitasi pendanaan kegiatan pemilihan kepala daerah ini, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang,” jelas Mas’ud.

Karena itu, tambahnya, melalui penyuluhan ini diharapkan para Toga dan Tomas bisa memberi pencerahan kepada pentingnya Pemilukada. Sehingga pada gilirannya masyarakat dengan kesadarannya ikut serta dan berpartsipasi aktif dalam Pilkada, termasuk diantaranya terlibat langsung sebagai penyelenggara pemilihan umum di desa ataupun Kecamatan Kudu.

Drs. Moch. Fatoni, MM, Komisioner KPU Jombang dari Divisi SDM dan Peningkatan Partisipasi Masyarakat (Parmas), menjelaskan point-point penting dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 terkait Pilkada. Khususnya, dalam persyaratan pencalonan, kampanye.serta persyaratan menjadi penyelengara pemilu, PPK, PPS dan KPPS.

Dijelaskan, dalam kaitan sebagai penyelenggara pemilu di kecamatan dan desa maupun KPPS ada Peraturan KPU Nomor 3 tahun 2015 pasal 18 huruf k, yang mensyaratkan bahwa yang boleh menjadi penyelengara adhoc adalah mereka yang belum pernah menjabat 2 (dua) kali. Yakni, terhitung,  periode 2005 s/d 2009 dan 2010 s/d 2014. “Di Kabupaten Jombang  sendiri dari  sekitar 16.502 orang penyelenggara adhoc, 85% sudah dua kali menjadi penyelenggara pemilu, sehingga pada Pilkada 2018 nanti dibutuhkan banyak penyelenggara pemilu di kecamatan , desa maupun sebagai KPPS,” jelasnya seraya berharap para tokoh yang hadir ikut memberikan informasi kepada masyarakat di desa masing-masing.(agus)

 

 

 

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *