Pentingnya Strategi Manajemen Pemasaran dalam Sosialisasi Pemilu

WhatsApp Image 2017-06-07 at 13.46.12

Dwi Ratna Anjar Sakti, (penulis-staf subag teknis hupmas Sekretariat KPU Jombang)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah lembaga Negara yang menyelenggarakan pemilihan umum di Indonesia. Pemilihan umum yang berlangsung 5 (lima) tahun sekali untuk memilih wakil rakyat yakni meliputi Pemilihan Umum Anggota DPR/DPD/DPRD, Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, serta Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. KPU adalah lembaga Negara yang menyelenggarakan pemilihan umum di Indonesia yang bersifat nasional, tetap dan mandiri (independent).

Sebagai lembaga penyelenggara pemilu, KPU memiliki peran penting dalam penyampaian informasi terkait seluk beluk pemilu kepada masyarakat. Masyarakat membutuhkan informasi lebih lanjut tentang tahapan pemilu, proses pemilu dan hasil akhir pemilu. Oleh Karena itu dalam penyampaian informasi kepada masyarakat dibutuhkan strategi khusus agar tujuan dari informasi tersebut dapat tercapai. Dalam hal ini dibutuhkan strategi manajemen pemasaran yang baik sebagai konsep dalam sosialisasi yang dilaksanakan KPU.

Strategi adalah proses penentuan rencana yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi yang disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai. Dalam artian khusus, strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentangĀ  apa yang diharapkan oleh masyarakat di masa depan.

Manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi dan pengendalian program yang di design untuk menciptakan, membangun dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan (Kotler & Amstrong). Sedangkan menurut Philip Kotler dalam bukunya Marketing Management Analysis, Planning, and Control, mendefinisikan pemasaran secara lebih luas, yaitu suatu proses sosial, dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan, dan mereka inginkan dengan menciptakan dan mempertahankan produk dan nilai dengan individu dan kelompok lainnya.

Strategi Pemasaran (Marketing Strategy) adalah proses menentukan target pasar dengan strategi bauran pemasaran yang terkait. Target pasar adalah sekelompok masyarakat yang ingin dilayani permintaannya oleh organisasi. Sedangkan bauran pemasaran (Marketing mix) adalah variabel-variabel yang disusun oleh organisasi dalam rangka untuk memuaskan target pasar tersebut. Marketing mix adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yaitu : produk, struktur harga, kegiatan promosi dan sistem saluran distribusi. Variabel-variabel marketing mix ini dapat dipakai sebagai dasar untuk mengambil suatu strategi dalam usaha mendapatkan posisi yang sangat strategis dipasar.

Dalam kaitannya dengan strategi pemasaran, KPU menentukan target pasar nya adalah masyarakat. Sedangkan untuk KPU Kabupaten/Kota target pasarnya yaitu masyarakat dalam kabupaten/kota tersebut. Sedangkan bauran pemasarannya atau marketing mix nya yaitu produk (partisipasi masyarakat), struktur harga (biaya yang dibutuhkan untuk kegiatan peningkatan partisipasi masyarakat), promosi (sosialisasi kepada masyarakat), dan sistem saluran distribusi (cara yang akan digunakan dalam proses sosialisasi). Variabel-variabel tersebut sebagai acuan dalam menentukan suatu strategi yang akan digunakan dalam mencapai sasaran KPU yaitu mensukseskan pemilu melalui peningkatan partisipasi masyarakat.

Strategi pemasaran yang dapat diambil KPU dalam sosialisasi diantaranya dengan memberikan materi yang ringan dan mudah dipahami seputar proses dan tahapan pemilu, memberikan hadiah kepada peserta sosialisasi, memilih forum diskusi yang disukai masyarakat misalnya simulasi dalam bentuk video film pendek ataupun forum komedi, memilih mentor atau pemateri yang interaktif dan humoris agar informasi mudah diterima dan pengemasan materi yang unik dan sesuai dengan tingkatan pengetahuan audiens.

Berdasaran konsep strategi manajemen pemasaran ini, KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu harus dapat memuaskan keingintahuan masyarakat dan skaligus memberikan informasi tentang apa yang dibutuhkan masyarakat terkait pemilu, sehingga tujuan dari KPU untuk mensukseskan pemilu dengan meningkatkan angka partisipasi masyarakat dapat tercapai.

Adapun elemen penting dalam konsep pemasaran yaitu yang pertama, market oriented atau berorientasi pada keinginan konsumen atau masyarakat. Dalam hal ini KPU menetapkan target masyarakat sebagai sasaran sosialisasi atau penyampaian informasi kepemiluan. Masyarakat tentunya ingin mengetahui proses maupun tahapan pemilu sekaligus juga informasi tentang seberapa penting peran mereka dalam mensukseskan pemilu dan menentukan nasib bangsa.

Kedua, penyusunan kegiatan pemasaran secara terpadu. KPU merencanakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat secara berkesinambungan dan dari semua elemen masyarakat. Kegiatan sosialisasi ini juga harus dikemas sedemikian rupa sehingga masyarakat mudah memahami dan tertarik lebih lanjut untuk mendalami tentang pentingnya peran mereka dalam pemilu.

Ketiga, pencapaian tingkat kepuasan konsumen. KPU harus menentukan target rencana capaian partisipasi masyarakat dalam satu periode. Sehingga dapat diukur seberapa efektif sosialisasi yang dilakukan dan bagaimana strategi perencanaan pengembangan sosialisasi ditahun yang akan datang. Jika secara berkesinambungan capaian partisipasi masyarakat saat pemilu meningkat, maka dapat dikatakan masyarakat sudah puas dengan sosialisasi yang diberikan KPU. Kepuasan masyarakat terhadap sosialisasi dari KPU dapat menunjang keinginan mereka untuk ikut berpartisipasi dalam pemilu. (Anjar)

 

 

 

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *