Taruna Akpol Puji RPP Gusdur Unik

19047313_10155309291314030_1251570205_o

Harry s

alah satu dari taruna Akpol asal Riau yang berkunjung ke RPP Gusdur, Jumat (9/6)

 

Jombang, kpu-jombangkab.go.id- Rumah Pintar Pemilu-Gubuk Sosialisasi Demokrasi Untuk Rakyat (RPP Gusdur) mendapat pujian dari para Taruna Akademi Kepolisian yang tengah menjalani program pengenalan kerja (magang) di Polres Jombang. Mereka adalah Brigadir Dua Taruna-Harry Putra, Jonathan Nababan, Novika Veronika, dan Martino Yosa.

Kedatangan mereka didampingi KBO Intel Polres Jombang, Iptu Kandar dan Aipda Mohammad Yanas Malik dari Polres Jombang, Jumat pagi (9/6). Menurut mereka, desain RPP Gusdur yang etnik dengan dua bagian yaitu :  bagian luar seperti teras dan bagian dalam adalah ruang audio visual menghilangkan kesan formal.

“Ini baru ya, saya baru dengar ada rumah pintar pemilu dan isinya bagus. Saya sendiri kurang paham pemilu dan KPU,” ujar Harry Putra salah seorang taruna yang tertarik dengan maket tempat pemungutan suara di RPP Gusdur kepada Yudhita-Staf Subbag Teknis dan Hupmas yang mendampingi mereka bersama Ketua KPU Kabupaten Jombang, Muhaimin Shofi.

Harry yang berasal dari Riau, mengaku sama sekali belum pernah merasakan memilih di TPS. Pada saat usianya 17 tahun di bangku sekolah menengah atas, tidak ada penyelenggaraan pemilu baik itu pemilu kepala daerah atau pemilu legislatif dan pemilu presiden. Selepas SMA dia diterima menjadi taruna Akpoi di Semarang sehingga otomatis dia tidak memiliki hak memilih.

Itu sebabnya saat di RPP Gusdur, Harry terlihat antusias melihat semua yang tersaji di RPP Gusdur. Maket TPS dan alat kelengkapan di TPS mulai dari bantalan, paku coblos, surat suara, dan kotak suara tak luput dari sasarannya. Ia juga banyak bertanya kepada Muhaimin Shofi tentang pemilu dan tugas-tugas KPU.

“Rumah pintar pemilu ini bukan berarti KPU minteri tapi ini sebuah sarana sosialisasi dan  menunjukkan kepada masyarakat apa saja hal-hal yang terkait pemilu bukan hanya data-data hasil perhitungan suara dalam berbagai pemilu,” jelas Muhaimin.

Bukan hanya Harry saja yang terlihat sangat antusias tapi Novika Veronika, Taruni asal Kalimantan semangat bertanya tentang tempat pemungutan suara yang terpapar melalui maket. Novika menanyakan bagaimana alur dan urutan memilih di TPS karena ia sendiri juga belum pernah merasakan menggunakan hak suaranya di TPS sama seperti Taruna Harry Putra.

“Petugas di meja dekat pintu masuk ini tugasnya apa? Terus yang di tengah itu tugasnya apa. O..jadi kalau dapat surat suara harus diperiksa dulu ya surat suaranya bagus atau tidak?” tanya Novika sambil menunjuk maket.

Novika pun tak segan menjawab pertanyaan dari Jonathan yang sudah pernah menggunakan hak pilihnya di pemilu, tentang pengetahuan kepemiluan meski dengan malu-malu ia mengaku tak banyak mencari informasi soal pemilu karena memang belum pernah menyuarakan hak pilihnya. Namun Novika tidak malu-malu ketika diajak bermain ular tangga pemilu bersama rekan-rekannya sesama taruna dan Ketua KPU.(dyta)

 

 

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *