KPU RI Buka Akses Sidalih, KPU Jombang Siap Mutakhirkan Data Pemilih

WhatsApp Image 2017-07-11 at 15.52.39

Siaran langsung pembukaan aplikasi Sistem Data Pemilih (Sidalih), Selasa 11/07/2017

 

 

kpu-jombangkab.go.id– Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) secara resmi membuka kembali aplikasi Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) untuk Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2018 kepada publik, Selasa (11/7). Acara yang berlangsung di ruang operasional KPU RI-Menteng Jakarta Pusat tersebut, disiarkan secara langsung melalui page facebook : KPU Republik Indonesia yang dimonitor oleh seluruh KPU Kabupaten/Kota se-Indonesia yang dipimpin oleh Ketua KPU RI, Arief Budiman S.IP SS MBA, yang dihadiri oleh instansi terkait, seperti DKPP, Bawaslu RI, Kementerian Dalam Negeri, dan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasri (Perludem).

Peresmian itu menandai bahwa proses pemutakhiran data pemilih untuk Pilkada 2018 yang dilakukan oleh KPU provinsi maupun kabupaten/kota sudah dapat diakses oleh masyarakat luas. Pada siaran langsung tersebut diawali dengan telekonferensi bersama KPU Provinsi Jawa Timur, KPU Provinsi Jawa Tengah, KPU Provinsi Jawa Tengah, KPU Provinsi Jambi, dan KPU Provinsi Bali sebagai sampling dari KPU Daerah yang telah melaksanakan Pilkada Serentak Tahun 2017 dan tengah mempersiapkan Pilkada Serentak Tahun 2018.

KPU Kabupaten Jombang juga memantau secara langsung jalannya acara tersebut hingga selesai. Abdul Wadud Burhan Abadi, Komisioner KPU Kabupaten Jombang Divisi Perencanaan dan Data mengatakan bahwa dengan dibukanya secara resmi Sidalih oleh KPU RI, KPU Kabupaten Jombang berharap masyarakat secara aktif melakukan pengecekan daftar pemilih yang terpampang dalam Sidalih.

“Partai politik bisa melakukan pengecekan apakah seluruh konstituennya sudah terdaftar dalam Sidalih atau belum, dan masyarakat secara luas bisa memeriksa apakah dirinya atau keluarganya sudah terdaftar dalam Sidalih khususnya bagi mereka yang alih status dari TNI/Polri menjadi Sipil atau sebaliknya, pemilih yang sudah meninggal dunia apakah datanya sudah hilang atau masih tercantum dalam daftar pemilih, pemilih baru, dan mutasi penduduk (pindah domisili),” papar Burhan Abadi usai memantau siaran langsung tersebut.

Pembukaan akses Sidalih tersebut adalah tindak lanjut KPU RI dari segala permasalahan data pemilih yang disampaikan oleh KPU di seluruh wilayah Indonesia dari pemilu ke pemilu. Sebelumnya, KPU daerah (provinsi dan kab/kota) telah melakukan kegiatan pemutakhiran data pemilih dengan berpedoman pada edaran KPU RI Tanggal 6 April 2016, Nomor: 176/KPU/IV/2016, Perihal: Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan.

Burhan menjelaskan bahwa Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) memiliki peraturan tersendiri yang tidak serta merta bisa memberikan daftar pemilih kepada semua pihak tak terkecuali KPU. Maka, perlu ada penandatangan nota kesepahaman antara KPU dan Kementerian Dalam Negeri terkait data pemilih. Khususnya KPU Kabupaten Jombang beberapa waktu lalu telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang terkait pendataan siswa menengah atas yang pada hari-H (pelaksaan pilkada 2018) telah berusia tepat 17 tahun.

“KPU Kabupaten Jombang sudah dan terus melakukan sosialisasi kepada simpul-simpul masyarakat khususnya kepada partai politik untuk melakukan pendataan para konstituennya dan pada seluruh warga masyarakat agar segera melakukan pengurusan e-ktp. Karena syarat utama masuk dalam daftar pemilih salah satunya dengan kepemilikan e-ktp,” tegas Burhan Abadi, mantan Anggota Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Jombang.

Burhan menyatakan bahwa KPU Kabupaten Jombang sudah siap menindaklanjuti instruksi KPU RI terkait pemutakhiran data pemilih. Apalagi KPU RI seperti yang dikatakan oleh Ketua KPU RI, Arief Budiman, bahwa KPU RI berencana untuk memutakhirkan Sidalih tiap 3 bulan atau sekurang-kurangnya 6 bulan sekali.(dyta)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *