Panwaslih Tertarik Konsep RPP Gusdur

1d99b294-b737-4a33-bdb0-31bbb7c9f301

Dua Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten Jombang Dafid Budiyanto dan Nur Khasanuri, singgah ke Rumah Pintar Pemilu – Gubuk Sosialisasi Demokrasi Untuk Rakyat (RPP Gusdur), Kamis (7/9).

 

kpu-jombangkab.go.id- Dua Anggota Panwaslih (Panitia Pengawas Pemilihan) Kabupaten Jombang yang baru dilantik belum lama ini, Dafid Budiyanto dan Nur Khasanuri, singgah ke Rumah Pintar Pemilu – Gubuk Sosialisasi Demokrasi Untuk Rakyat (RPP Gusdur), Kamis (7/9). Selain ingin mengetahui isi dari RPP, mereka berdua ingin mencontoh konsep RPP sebagai tempat untuk pelatihan anggota Panwascam (Panitia Pengawas Kecamatan) dan PPL (Pengawas Pemilu Lapangan).

Nur Khasanuri mengatakan bahwa konsep RPP sangat menarik karena di dalamnya terdapat semua informasi dalam berbagai bentuk tentang kepemiluan. Selain itu ada sarana permainan yang menjadikan RPP Gusdur bukan hanya untuk segmen usia dewasa saja, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk pengunjung anak-anak.

“Kami berpikir mungkin RPP Gusdur akan kami manfaatkan juga untuk tempat diskusi atau tempat konsolidasi untuk Panwascam agar tidak selalu terkesan formal dan mendapat suasana yang lebih santai, karena ruang audio visual yang konsepnya lesehan cocok untuk membangun suasana lebih akrab,” ujar Nur Khasanuri, yang juga mantan Anggota Panwascam Mojowarno.

Komisioner KPU Divisi Perencanaan dan Data, Abdul Wadud Burhan Abadi, yang menerima kedatangan dua Anggota Panwaslukab Jombang, mengatakan bahwa KPU menyambut baik ide dari Panwaslihkab tersebut. Karena masyarakat, siapa saja, bisa memanfaatkan RPP Gusdur untuk kepentingan publik selama tidak ada kaitan dengan dukung mendukung secara politis kepada salah satu pihak pasangan calon.

“RPP Gusdur bisa dimanfaatkan untuk pelatihan kader atau saksi di TPS  bagi organisasi ataupun juga partai politik, tapi tidak ada kegiatan dukungan politis kepada calon tertentu. Prinsipnya, fasilitas di RPP Gusdur bisa dimanfaatkan semua pihak untuk kegiatan pendidikan kepemiluan dalam koridor netralitas dan menjaga independensi penyelenggara pemilu,” tegas Burhan, sapaannya, yang juga mantan Anggota Panwaslih Kabupaten Jombang, periode lalu. (dyta)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *