Ibu-Ibu PKK Geruduk KPU

IMG-20171013-WA0044

Kpu-jombangkab.go.id- Ratusan Ibu-Ibu Anggota PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) Kabupaten Jombang ‘geruduk’ kantor KPU, Rabu (11/10), sejak pagi. Kedatangan ibu-ibu cantik dan anggun di bawah komando Ir Tjaturina Yuliastuti MM, itu bukan untuk demo. Mereka datang untuk mengikuti Sosialisasi Kepemiluan yang disampaikan oleh Komisioner KPU Divisi SDM dan Parmas, Drs Mochammad Fatoni MM.
“Ibu-ibu juga harus tahu apa itu Pemilu, bagaimana Pemilu dilaksanakan, kapan saja Pemilu dilaksanakan di Indonesia, dan bedanya Pemilu Lokal dan Pemilu Nasional. Jangan mau kalah dengan yang lebih muda, apalagi sekarang sumber informasi itu banyak. Jika ada anggapan bahwa Pemilu itu kotor, jahat, dan mahal, itu tidak benar karena semua tergantung pada diri kita sendiri, jangan mau menerima uang suap atau memilih tidak sesuai dengan hati nuraninya,” tegas Fatoni.
Fatoni menjelaskan bahwa anggapan Pemilu itu kotor dan jahat karena ada permainan politik uang dan kampanye hitam dengan menjatuhkan lawan politik menggunakan cara-cara kampanye yang menjatuhkan martabat, tidak benar. Pemilu itu adalah sebuah cara yang demokratis untuk memindahkan kekuasaan dengan cara legal yaitu sesuai Undang-Undang dan peraturan lainnya yang berlaku. Apalagi sejak 1999, tepatnya setelah Orde Reformasi dimulai, Pemilu dilaksanakan dengan cara-cara demokratis dan makin transparan.
KPU juga terus dibenahi dengan memilih para Anggota KPU sebagai Penyelenggara Pemilu yang bukan pengurus parpol atau independen. Pemilu sekarang juga diselenggarakan oleh KPU dengan mekanisme yang transparan. Penyelenggara Pemilu juga wajib memegang asas : mandiri, jujur, adil, kepastian hukum, tertib, keterbukaan, kepentingan umum, proporsionalitas, profesionalitas, akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas.
“Saya berharap Ibu-Ibu PKK bisa menjadi Kader Demokrasi yang mengajak keluarganya untuk sadar Pemilu, terutama untuk anggota keluarganya dan masyarakat di lingkungan sekitar tempat tinggalnya yang sudah memiliki hak pilih untuk menggunakan hak pilihnya baik itu untuk Pemilihan Kepala Daerah, Pemilihan Anggota Legislatif, dan Pemilihan Presiden,” imbuh Fatoni, mantan Anggota Panitia Pengawas Pemilu, beberapa tahun silam. (dyta)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *