Wawancara Jaring Anggota PPK Pilkada 2018

 

Kpu-jombangkab.go.id- KPU menyelenggarakan seleksi wawancara untuk menjaring para Calon Anggota PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jombang dan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Tahun 2018, mulai Kamis (2/11) sampai dengan Sabtu (4/11), di kantor KPU. Para peserta seleksi wawancara adalah mereka yang lolos dalam seleksi tulis pada Jumat (27/10) di Gedung PSBR, dan ditetapkan dalam Berita Acara Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jombang Nomor : 61/PL.03.6-BA/02/KPU-KAB/X/2017 Tanggal 29 Oktober 2017 tentang Penetapan Hasil Seleksi Tulis Calon Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur dan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jombang Tahun 2018.
Sebanyak 207 orang Calon Anggota PPK menghadapi sesi wawancara oleh para Komisioner KPU, yang terbagi menjadi 5 tim penguji. Setiap tim menguji para Calon PPK dari 2 kecamatan setiap harinya dengan peserta rata-rata 10 orang per kecamatan. Ada 3 lokasi yang digunakan seleksi wawancara, yaitu gedung pertemuan Husni Kamil Manik, ruang rapat KPU, dan RPP Gusdur (Rumah Pintar Pemilu – Gubuk Sosialisasi Demokrasi Untuk Rakyat).
“Peserta dengan nilai tinggi saat tes tulis, belum tentu berhasil melalui tes wawancara. Sesi wawancara selain menguji pengetahuan kepemiluan terutama wawasan tentang tugas-tugas anggota PPK dan kepemiluan, KPU juga mempertimbangkan beberapa hal, antara lain kemampuan mengoperasikan komputer (terutama excel), dan pemahaman tentang aturan tentang penyelenggara pemilu,” tegas Komisioner Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM Parmas), Moch. Fatoni, Komandan Tahapan Pembentukan PPK dan PPS, Kamis (2/11).

 

IMG-20171113-WA0009
Umi Sholikah, salah satu peserta dari Kecamatan Tembelang, yang seorang kader organisasi keagamaan wanita ini, mengaku tertarik menjadi Anggota PPK karena menyenangi kegiatan kemasyarakatan. Meski belum pernah berpengalaman dalam kegiatan kepemiluan, tapi semangatnya tak surut untuk menguji kemampuan.
Lain halnya dengan Tuvi Budiana, seorang peserta dari Kecamatan Kesamben. Setelah menjalani pengalaman sebagai Anggota PPS Desa Pojokkulon Tahun 2013-2014 ini, merasa sudah pantas mencoba ke jenjang berikutnya menjadi Anggota PPK.
“Saya didorong oleh rekan-rekan mantan PPK Kesamben yang sudah tidak bisa lagi menjadi Anggota PPK karena ada kebijakan KPU yang membatasi keanggotaan PPK 2 periode kepemiluan. Bismillah saja, niat saya mengabdi dan bermanfaat untuk masyarakat sekitar saya,” ujar Tuvi yang sehari-hari berprofesi sebagai guru di sebuah Yayasan Pendidikan ini. (dyta)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *