Pendidikan Pemilih Berbasis Keluarga

Komisioner KPU-Moch.Fatoni menjadi Narasumber Bimtek PPK dan Panwascam

Komisioner KPU-Moch.Fatoni sebagai Pemateri Pendidikan Pemilih Berbasis Keluarga dalam Bimtek Pilkada 2018 di Wonosalam, Minggu (3/12)

 

kpu-jombangkab.go.id– Sosialisasi dan pendidikan pemilih merupakan syarat fundamental untuk melahirkan partisipasi Pemilih yang rasional, cerdas dan mandiri. Kuantitas dan kualitas partisipasi Pemilih harus terus ditumbuhkan dan dirawat melalui pendidikan pemilih yang sistematis, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan pemilih.

Hal itu dipaparkan oleh Komisioner KPU Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarkaat (SDM Parmas), Moch. Fatoni, dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2018, Minggu (3/12), di Guardian Jungle Park, Wonosalam. Kegiatan itu diikuti seluruh Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan mengundang Anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) se-Jombang.

          “KPU menilai sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga merupakan pendekatan yang paling efektif untuk membangun pengetahuan dan partisipasi aktif Pemilih. Hal ini adalah indak lanjut dari PKPU Nomor 8 Tahun 2017 Tentang Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota, KPU menyusun Pedoman Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berbasis Keluarga pada Pemilihan Serentak Tahun 2018,” jelas Fatoni, di hadapan PPK dan Panwascam.

Menekan angka golput (golongan putih=tidak menggunakan hak suara), melawan kabar bohong (hoax) tentang Pemilu yang banyak bertebaran di media sosial, mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan Pemilu, menggugah kesadaran Pemilih Pemula untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang pemilu, mengampanyekan gerakan sadar Pemilu, dan melawan praktik suap atau politik uang yang kerap terjadi di masa kampanye, adalah agenda besar dari program pendidikan pemilih berbasis keluarga. Fatoni menegaskan bahwa keluarga diharapkan menjadi clearing house atau tempat untuk menyaring informasi-informasi negatif dan melahirkan Pemilih Pemula yang rasional dan cerdas serta antisuap.

“Jika di dalam keluarga dibangun kebiasaan berdiskusi, berbagi wawasan tentang kesadaran akan kewajiban sebagai warganegara agar menyuarakan hak pilihnya dalam Pemilu, maka tujuan mewujudkan Pemilu yang berkualitas dengan Pemilih yang cerdas dan rasional menjadi hal yang tidak mustahil,” imbuh Fatoni.

Selanjutnya dilaksanakan kegiatan diskusi kelompok yang memetakan permasalahan-permasalahan dalam penyelenggaraan Pemilu, seperti sosialisasi, pemutakhiran data pemilih, pencalonan, kampanye, hingga pemungutan dan penghitungan suara. Setiap peserta turut aktif menyampaikan masukan dan pengalaman mereka yang pernah menjadi Penyelenggara Pemilu sebelumnya sehingga semua peserta saling belajar memahami persoalan dan mencari jalan keluarnya. (dyta)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *