Tim Verifikator KPU Teliti Keanggotaan Perindo dan PSI

kpu-jombangkab.go.id- KPU menerjunkan Tim Verifikator untuk meneliti keanggotaan Partai Politik (Parpol) Calon Peserta Pemilu Tahun 2019, yaitu keanggotaan pada Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), mulai Minggu (17/12) sampai dengan Sabtu (30/12). Tim verifikator melibatkan seluruh Personel Sekretariat KPU yang menyebar di berbagai kecamatan se-Jombang, di mana Anggota Parpol berdomisili sesuai salinan KTP yang diserahkan kepada KPU sebelumnya.

Komisioner KPU Divisi Hukum, Athoillah, menjelaskan bahwa data keanggotaan PSI dan Partai Perindo yang diverifikasi adalah data anggota yang telah dilakukan pengambilan sampling oleh Perwakilan Parpol tersebut beberapa waktu sebelumnya. “Jadi daftar nama-nama Anggota Parpol itu bukan ditentukan oleh KPU tapi berdasarkan pengambilan nomor urut sampling oleh Perwakilan Parpol sendiri, di dalam amplop tertutup ada angka 1-9, 11-20, dan seterusnya, lalu kelipatan itulah yang kemudian dicocokkan dengan daftar Anggota Parpol dalam Aplikasi SIPOL,” papar Athoillah atau akrab disapa Atok.

Verifikasi keanggotaan hanya dilakukan kepada Anggota Partai Perindo dan PSI dan tidak dilakukan oleh Parpol lainnya yang menjadi Peserta Pemilu DPR DPD dan DPRD Tahun 2014, antara lain : Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan, Partai Golongan Karya, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, dan lainnya. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum, pada Pasal 173 ayat (3) bahwa Parpol yang telah lulus verifikasi dengan syarat sebagaimana dimaksud pada ayat sebelumnya maka tidak diverifikasi ulang dan ditetapkan sebagai Parpol Peserta Pemilu.

Personel Sekretariat KPU terbagi dalam beberapa Tim dengan wilayah verifikasi sesuai dengan daftar keanggotaan pada SIPOL lengkap dengan salinan KTP-nya. Beberapa kecamatan yang dituju : Kecamatan Jombang, Kecamatan Perak, Kecamatan Gudo, Kecamatan Diwek, Kecamataan Plandaan, Kecamatan Ngusikan, Kecamatan Kudu, Kecamatan Kesamben, Kecamatan Megaluh, Kecamatan Ngoro, dan Kecamatan Ploso. Tim berkoordinasi dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di wilayah tersebut, selama melakukan tugas verifikasi.

“Ketika seseorang didatangi, Verifikator harus memastikan bahwa orang tersebut KTP aslinya sesuai dengan fotokopi yang diserahkan Parpol ke KPU, dan memiliki Kartu Tanda Anggota jika mengakui sebagai Anggota Parpol tersebut. Jika tidak mengakui sebagai Anggota Parpol, idealnya orang tersebut mengisi formulir Lampiran 4 Model BA yaitu surat pernyataan bukan Anggota Parpol dilengkapi dengan dokumentasi foto,” imbuh Kasubag Hukum, Achmad Saifuddin. (dyta)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *