Persiapan Kampanye di Media KPU Kunsultasi Ke Dewan Pers dan Kominfo

kpu-jombangkab.go.id .Setelah penetapan pasangan calon dan nomor urut, Pilbub Jombang 2018 memasuki masa kampanye. Dalam masa kampanye  ini dikhawatirkan munculnya kampanye hitam , yang mungkin bisa menimbulkan gejolak. Karena itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai melakukan upaya-upaya antisipasi. Diantaranya  berkonsultasi dengan Kementrian Komunikasi dan Informasi  serta Dewan Pers terkait  penyiaran Kampanye.Selasa (20/2).

Hal ini dikemukakan oleh Komisioner KPU  Jombang divisi SDM dan Parmas Drs Moh Fatoni,MM dalam konsultasinya ke Memenkominfo, dewan Pers dan KPU RI. Ia mengatakan, pelaksanaan kampanye  dalam mengandeng rekanan perlu adanya  arahan dan koordinasi terkait proses penyiaran kampanye .

kom info

Staf Kominfo Wimpy Pratama

Staf Kominfo Wimpy Pratama mengatakan, aturan teknis penyiaran, seperti konten harus ada verifikasi administrasi dan faktual berbadan usaha pengelola dan kantornya dimana kalau bisa yang ada di Indonesia. Penguna  atau konten harus ada ijin Kominfo, untuk ijin usahanya atau modalnya di di KPM, sedangkan untuk perijinan sudah masuk ranahnya dewan Pers,” pada intinya komimfo tidak melarang  KPU untuk kerjasama dengan media dan harus tetap berhati-hati, “Ujar Wimpy Pratama.

kom info 1

Wakil Dewan Pers Ahmad Djauhar

Wakil Dewan Pers Ahmad Djauhar mengatakan pers, harus bisa menjadi wasit dan pembimbing yang adil, menjadi pengawas yang teliti, dan seksama terhadap pelaksanaan Pilkada, Pemberitaan Penyiaran, dan Iklan Kampanye Pemilihan Kepala Daerah 2018. “Kita ingin media bisa digunakan secara berimbang di saat agenda kegiatan politik seperti Pemilukada yang akan berlangsung pertengahan tahun ini,” Ujar Ahmad Djauhar.

Ia menambahkan data Perusahaan Pers yang ada di Jawa Timur ada kurang lebih 120 media yang terferifikasi administrasi, dan 8 media terferivikasi administrasi dan Faktual, dan hampir 27 ribu media yang ada di Indonesia. Dewan Pers menyarankan  memilih media yang jelas misalnya mempunyai  sertifikat dan ujikompetensi, ada dengan greead wartawan utama tingkat ketiga, muda, madya utama, “kita tidak hanya melihat badan usaha tapi juga konten berita, kalau hanya sekedar gosip jangan dipakai iklan media kampanye, “Ujar  Ahmad Djauhar  Wakil Ketua Dewan Pers.( Agus)

 

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *