KPU Jatim Gandeng Perguruan Tinggi Sosialisasai Pilgub 2018

kpu-jombangkab.go.id .KPU Jawa Timur kerjasama IKAHA  menggelar acara sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Tahun 2018 untuk generasi milenial, Rabu (14/3).pukul 10.00 WIB, bertempat di Restaurant Zam Zam Jombang selaku  pembicara Gogot Cahyo Baskoro (Anggota KPU Jatim), Zainul Aripin,  MPd.(Pengamat Politik UNESA) dan KH. Agus Maulana, S.Ag (Pengasuh Ponpes Al Muhsinin Cukir)

gg

Gogot Cahyo Baskoro (Anggota KPU Jatim)

Acara dibuka oleh panitia dari Tebuireng Institute dihadiri oleh Tebuireng Istitut,Undar Jombang Siswa Jombang, perwakilan mahasiswa, selaku pembicara Gogot Cahyo Baskoro (Anggota KPU Jatim) menyampaikan bahwa sosialisasi untuk generasi milenial, generasi internet sudah diperkenalkan, sehingga generasi ini sangat mahir dalam teknologi dan informasi mengenai pentingnya pemilu bagi generasi muda, khususnya calon pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Serentak 2018, “Pemilu adalah pesta demokrasi yang harus disambut dengan riang gembira dan sangat penting bagi seluruh rakyat, termasuk bagi pemuda sebagai perwujudan kedaulatan rakyat dalam menentukan pemimpin secara konstitusional,” Ujar Gogot

Ia menambahkan bahwa karakteristik permilih ada tiga tipe yaitu pemilih pragmatis, pemilih emosional dan pemilih cerdas pemilih dengan melihat program dan visi dan misi paslon, generasi milenial  harus diperhatikan sebagai bahan dalam mengoptimalkan partisipasi pemilih, generasi yang merasakan konsekuensi dari Pilkada, harus menggunakan hak suaranya untuk memilih calon terbaik. Jangan protes jika pemimpin  tidak sesuai harapan, padahal sebagai yang generasi muda tidak ikut memberikan suara, “ jangan penyebaran berita hoax, ujaran kebencian (hate speech) dan isu sara di media sosial ataupun media konvensional,mengenai kampanye paslon hanya media yang ada ijin dari media pers ”Ujar Gogot.

Pemateri berikutnya KH. Agus Maulana, S.Ag (Pengasuh Ponpes Al Muhsinin Cukir) mengatakan ijtihad dalam memilih pemimpin adalah kewajiban. Berijtihad itu sendiri  berfikir secara sungguh-sungguh untuk mencari tahu dan memilih yang tepat, dimana pemilu dapat diartikan sebagai pelembagaan dari prinsip muayawarah utuk memilih dengan mencari tahu rekam jejak yang kita pilih nanti, serta mempelajari visi dan misi mereka,” jangan takut salah dalam memilih, tidak mungkin tidak ada yang baik dari sekian pemimpin,” Ujar Agus.

Ia Menegaskan salah satu bentuk upaya dari para ulama untuk menegakkan demokrasi dengan mengeluarkan suatau fatwa MUI dengan wajib hukumnya umat Islam untuk menggunakan hak pilihnya, haram hukumnya untuk golput, kalau memang di antara calon-calon itu memenuhi syarat,”Tegas  KH. Agus Maulana, S.Ag Pengasuh Ponpes Al Muhsinin Cukir. (Agus).

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *