Penyuluhan Kepada Masyarakat Tentang Peningkatan Partisipasi Di Kecamatan Sumobito

penyuluhan sumobito

Drs M Fatoni,MM Komisioner KPU Jombang Divisi SDM dan Parmas menyampaikan materi

kpu-jombangkab.go.id. Dalam rangka menyongsong Pemilu 2019 Pemerintah Kabupaten Jombang  melalui Kantor Kesbangpollinmas menyelenggarakan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat tentang Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilu 2019, acara dilaksanakan di aula Kecamatan   Sumobito, diikuti oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, ketua BPD/ serta tim penggerak PKK, ormas, muslimat, organisasai pemuda,dan dibuka langsung oleh camat Sumobito,Rabu (26/9)

Drs M Fatoni,MM Komisioner KPU Jombang Divisi SDM dan Parmas menyampaikan bahwa  Pemilu 2019 akan dilaksanakan pada tanggal 17 April  tahun 2019. Kepada para peserta diinformasikan tentang pembentukan Badan Penyelenggara (Ad Hoc) PPK, PPS, KPPS. Penyelenggara Pemilu dan segenap jajarannya haruslah memiliki integritas, kapasitas dan menjaga netralitas. Sekarang sudah masa kampanye terhitung mulai tanggal 23 september sampai 13 april 2019, “ Bapak ibu nanti pada pemilu serentak 2019 akan mendapatkan 5 ( lima ) surat  suara yaitu surat suara pilpres, DPR, DPD,DPRD Prov dan DPRD Kab, di Jombang sendiri ada 6 ( enam ) dapil dan Kecamatan sumobito sendiri masuk dapil 2 yaitu Diwek, Jogoroto dan sumobito, bapak ibu diharapkan hadir menggubakan hak pilihnya,” Ujar M Fatoni.penyuluhan sumobito.jpeg1

penyuluhan sumobito.jpeg2

Penyuluhan Kepada Masyarakat Tentang Peningkatan Partisipasi Di Kecamatan Sumobito

Novy Setia Yunas,S.IP,M,IP  selaku akademisi menyampaikan bahwa sebagai negara demokrasi pasti akan melaksanakan Pemilu sesuai Undang-undang termasuk Pemilu 2019. Pemilu tidak mungkin dilaksanakan tanpa melibatkan partai politik. Yunas, berharap masyarakat tetap optimis meski kondisi partai politik di Indonesia belum berperan secara optimal dalam pendidikan politik maupun kaderisasi yang dapat menghasilkan calon pemimpin yang berintegritas, aspiratif dan inovatif. Salah satu peran masyarakat dalam mewujudkan Pemilu yang damai dan bermartabat adalah belajar berbeda pilihan dan menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab. Menghindari pragmatisme dengan menganggap bahwa politik uang adalah hal yang biasa. Yunas menegaskan bahwa politik uang sangat merugikan masyarakat, melanggar hukum dan mencederai demokrasi.

Penyuluhan yang dipandu oleh Drs. Iman S (Sekretaris Kebagpolinmas Jombang ) itu, mendapat tanggapan yang sangat antusias oleh para peserta. Seluruh peserta sepakat bahwa politik uang harus dihindari,  netralitas adalah “harga mati” untuk menjaga marwah penyelenggara dan Tokoh agama dan tokoh masyarakat diharapkan dapat mewujudkan Pemilu 2019 yang damai dan bermartabat. (agus)

penyuluhan sumobito.jpeg3

Drs M Fatoni,MM Komisioner KPU Jombang Divisi SDM dan Parmas menyampaikan materi

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *