KPU Jatim Gandeng Media, Sosialisasikan Pemilu pada Kelompok Adat

Kpu-jombangkab.go.id Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim Gandeng Karangtaruna Darma Yuda Kabupaten Jombang melakukan sosialisasi pemilu kepada masyarakat adat Suku Madura di Desa Manduro Kecamatan  Kabuh Jombang . Sosialisasi ini merupakan upaya edukasi untuk pemilih cerdas yang menyasar pada kelompok adat. Rabu (27/3)

sos dg warga adat

Jamilun Kepala/ tokoh  Desa Manduro Kabuh Jombang  sangat kaget dengan dipilihnya desa manduro Sosialisasi  Pemilu 209 oleh KPU Propinsi Jawa Timur , Dari segi kebudayaan, warga Manduro sudah mulai berbaur dengan kebudayaan Jawa, tetapi untuk bahasa, warga Manduro masih berpegang teguh mengggunakan dan melestarikan bahasa Madura meskipun masih ditemukan penggunaan bahasa Jawa dalam berbagai ranah dalam kelompok di dusun-dusun yang ada pada Desa Manduro,” Ujar Jamilun

sos dg warga adat.jpeg1

Dengan di datangi  Anggota KPU Jatim Miftahur Rozak  yang juga orang Madura merupakan kebanggaan tersendiri bagi warga  sini, dimana ada oramg Madura yang berhasil menduduki komisioner KPU Jatim, Tingkat partisipasi di desa manduro hampir 90 persen  dan selalu partisipasi nya nomor satu di kecamatan Kabuh,” Ujar Jamilun

sos dg warga adat.jpeg2

“Kali ini melibatkan para tetua dan tokoh adat setempat dalam Forum Sosialisasi Pemilu 2019 Menjadi Pemilih Cerdas, kita lakukan pendekatan dengan melibatkan tokoh adat, para tetua atau kepala Desa,” Ujar M Syafii Pemateri dari Kompas Jatim , di Manduro Ngusikan Jombang,

sos dg warga adat.jpeg3

Lewat Sosialisasi ini, lanjut Syafiin , masyarakat adat dapat lebih memahami arti pentingnya memilih dalam Pemilu. Sekaligus terdorong untuk berpartisipasi aktif secara cerdas dalam memilih di Pemilu mendatang tanpa hoaks.”Kami terus berkampanye soal penangkalan berita hoaks. Karena kampanye anti hoaks merupakan upaya menjadikan pemilih cerdas dalam memilih,” Ujar Syafiin.

sos dg warga adat.jpeg4

Pemateri Utama dari KPU Jatim Miftahur Rozak , Mengajak  semua warga Manduro Kabuh Jombang   ikut berpartisipasi dalam menyukseskan Pemilu 2019. sebagai sarana untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar melek dan sadar akan pelaksanaan Pemilu pada tanggal 17 April 2019 untuk menggunakan hak pilihnya Jangan Golput, mari mempererat persatuan dan kesatuan jangan sampai mau terpecah belah oleh isu-isu politik lainnya, Mari Pemilu  2019 kita songsong dengan  penuh kegembiraan, jauh dari fitnah, hoaks, serta kebohongan,” ujarnya.

sos dg warga adat.jpeg5

Beliau menerangkan, bahwa peserta pemilu dalam Pemilu 2019 terdiri dari pasangan capres-cawapres, partai politik dan perseorangan (calon anggota DPD).”Untuk capres-cawapres dan DPD, surat suaranya terdapat foto calon. Sementara partai politik yakni calon legislatif tanpa foto calon Dimana pemilu dilaksanakan secara serentak dengan mencoblos lima surat suara yang berbeda dan surat suara warna kuning untuk calon anggota DPR RI, surat suara warna biru untuk calon anggota DPRD Provinsi, surat suara warna hijau untuk calon anggota DPRD kabupaten/kota, surat suara warna merah untuk calon DPD-RI dan surat suara Abu abu untuk calon Presiden dan Wakil Presiden RI.

sos dg warga adat.jpeg6sos dg warga adat.jpeg7

Miftahur Rozak juga berpesan, dalam memilih jangan sampai mau menerima imbalan dalam bentuk apapun, termasuk imbalan dalam bentuk uang karena itu akan masuk dalam kategori politik uang (money politic). Apabila terlibat money politic sangsi yang akan diterapkan sudah jelas, yakni mendapat ancaman hukuman penjara dan denda pengembalian uang.“Siapa yang mau terima uang tapi berujung penjara? Tentu kita semua tidak mau seperti itu, makanya jangan sampai terlibat money politic,” tegasnya. Pada acara ini selain sosialiasi juga diadakan diskusi  dengan para peserta  dan foto bersama Narasumber serta para peserta (agus).

sos dg warga adat.jpeg8

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *