Ciri ciri Hoax Politik, dirancang untuk kebencian, sumber informasi atau medianya tidak jelas

Kpu-jombangkab.go.id  Hoaks atau berita bohong nampaknya tidak dapat dipisahkan dari proses politik di Indonesia, juga di negara-negara lain. Dari sisi regulasi, Saat ini sudah ada landasan hukum bagi penyebar hoaks. Hal ini dapat dari pemamparan beberapa narasumber pada kegiatan Konsolidasi Regional Partisipasi Masyarakat Gelombang ke-II di Manado, dari KPU Kabupaten  Jombang  yang diwakili   Rita Damayamti  Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM serta Kasubag Teknis Deni Laksono ,Jum’at (13/9)

manado sesi jumat

Prof. Dr. H. Henry Subiakto, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika RI Bidang Hukum Guru Besar FISIP,  Universitas  Airlangga, menerangkan setidaknya ada tiga jenis hoaks, yakni dibuat secara profesional dengan sengaja dan terorganisasi; dibuat secara amatiran oleh aktivis pendukung terlalu fanatik; dibuat tanpa sengaja, serta dinilai lebih murah dan beresiko kecil bagi pelaku dibanding money politic. “Secara legal , Hoax merupakan  berita atau pemberitahuan bohong  yang disengaja untuk menerbitkan Keonaran (UU No 1 tahun 1946, pasal 14 ayat 1). Berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen (pasal 28 ayat 1).,” Ujarrnya.

manado sesi jumat.jpg 1

Modus Hoax itu mengeksploitasi keyakinan, fanatisme identitas dan prasangka sosialm, menyebarkan ketakutan, kecemasan dan kebencian di kalangan mayoritas.  Hoax menyerang lembaga-lembaga resmi, dan mendelegitimasi hasil kerja mereka. Hoax merongrong proses demokrasi untuk kepentingan kekuasaan dan  banyak Hoax polanya mirip-mirip dengan yang terjadi di berbagai negara

manado sesi jumat.jpg 2

Sedangkan Pemateri dari LPPM Universitas Sam Ratulangi Manado, PP Masyarakat Neurosains Indonesia (MNI), Dr.dr.Taufiq Pasiak, M.Kes., M.Pd.I menjelaskan upaya menangkal hoax dari perspektif ilmu otak bahwa, Hoax / berbohong dan menipu,  masih ada warisan evolusi ‘kebinatangan’ yang membuat manusia cenderung berbohong agar bisa survive / wilayah insting.  Untuk survive, otak menyediakan 3 cara yang tersimpan dalam sistem limbik / pusat emosi yang mendasari perilaku manusia untuk melakukan pembohongan, terjadi pada wilayah intuisI, bawaan berbohongi, untuk suatu kepentingan, bisa dilatih sebagai cara manipulasi sadar. misalnya, untuk kepentingan politik. Pembohong patologis; tahu bahwa dia berbohong, tapi tidak dapat mengendalikan perilakunya,” Ujarnya

manado sesi jumat.jpg 3

Sedangkan Hoax itu mudah masuk ke otak, karena kebiasaan’ di bawah sadar. pertahanan diri (survivalitas).(Pengkondisian), rasa takut, cemas, marah dan ketidakpastian. Ingatan yang menyimpang (distorsi), emosional dan dilakukan secara berulang,” yang penyebaranya sebagai Propaganda,  ekspresi Impulsivita dan ekspresi gangguan Perilaku,” Ujar Taufiq Pasiak. (ag).

manado hox

#KPUMelayani

#Konregparmas

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *