KNPI Sumbang Saran Penyelenggaraan Pemilu

dg knpi

Kpu-jombangkab.go.idMeskipun di tempat yang tidak mewah, dengan jamuan yang sederhana plus kopi hitam dan teh panas menemani malam, tidak mengurangi antusiasme para Anggota Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jombang. Mereka memenuhi kursi-kursi yang disediakan di Kafe Coffee Joglo dan mengikuti Audiensi Fasilitasi Pengembangan Rumah Pintar Pemilu GUSDUR (Gubuk Sosialisasi Demokrasi Untuk Rakyat) bersama KNPI Jombang, Minggu (01/12), pukul 19.30 WIB, yang berlangsung hangat dan penuh keakraban.

Ketua KNPI Jombang, Farid Al Farisi atau akrab disapa Gus Farid, menyatakan bahwa undangan dari KPU Jombang merupakan kehormatan bagi KNPI Jombang karena itu berarti KPU Jombang memandang penting peran serta KNPI. “Pasti kami juga akan memberi masukan-masukan penting untuk KPU Jombang untuk penyelenggaraan pemilu dan pilkada selanjutnya, apalagi kader-kader kami juga ada yang menjadi peserta pemilu,” tegas Farid.

dg knpi.jpeg 1

Banyak sekali kritik dan saran dari Para Anggota KNPI Jombang terhadap penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019 lalu. Khoirul Hasyim misalnya, menilai kurangnya peluang kaum disabilitas untuk berperan serta menjadi Penyelenggara Pemilu Ad Hoc, misalnya jadi Anggota KPPS. “Mungkin ke depannya, KPU Jombang bisa membuka peluang lebih luas untuk penyandang disabilitas dan meningkatkan semangat mereka menggunakan hak pilihnya,” ujar Hasyim.

Selain Hasyim, Anggota KNPI lainnya, Palupi menyoroti bagaimana upaya KPU meminimalkan angka golput di kalangan Pemilih Perempuan. Adapun Soni, menemukan kurang sinkronnya realita di lapangan dengan aturan yang ada dan menimbulkan kurang sinkronnya kerjasama Penyelenggara Pemilu Ad Hoc.

Anggota KPU Jombang yang membidangi Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Rita Darmawati, menjelaskan bahwa Pemilu adalah suatu proses yang sangat panjang dan melibatkan banyak kalangan sehingga menjadi kewajaran terjadi kurangnya sinkronisasi kinerja. Maka dari itu, KPU juga seringkali mengadakan rapat koordinasi dengan berbagai kalangan dalam setiap tahapan untuk meminimalkan hal-hal yang tidak diinginkan.

dg knpi.jpeg 2

“Saat ini KPU RI sedang menggodok e-rekap yang tujuannya mempermudah kinerja Penyelenggara Pemilu Ad Hoc, terutama KPPS yang tanpa e-rekap, harus menulis sebanyak 103 lembar formulir hasil penghitungan suara. Semua ini demi penyelenggaraan pemilu yang makin baik dan berkualitas,” tegas Rita.

Pada kesempatan itu, selain memperkenalkan Rumah Pintar Pemilu GUSDUR, Rita juga menjelaskan upaya KPU Jombang agar Para Penyelenggara Pemilu Ad Hoc yang mengalami sakit, kecelakaan, dan meninggal yang menurut SK KPU RI di luar rentang waktu yang ditetapkan, agar tetap bisa menerima santunan bahkan mengupayakan santunan dari Pemkab Jombang. Karena KPU Jombang sangat menghargai jerih payah dan kerja keras mereka menyelesaikan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya. (hupmas/dyta)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *