18 Penyelenggara ad hoc Pemilu 2019 di Jombang Terima Santunan

 

2

Penyerahan Santunan kepada Badan Ad-hoc Pemilu 2019

Jombang, www.kpu-jombangkab.go.id Sebanyak 18 (delapan belas) penyelenggara adhoc Pemilu 2019 di Kabupaten Jombang mendapatkan santunan dari Pemerintah Kabupaten Jombang. Mereka merupakan petugas pemilu yang mengalami kecelakaan kerja saat pelaksanaan pemilu serentak 2019 yang lalu.

Pemberian santunan dilakukan di Kantor KPU Kabupaten Jombang Jl.K.H.Romly Tamim Desa. Sumbermulyo Kecamatan Jogoroto Jombang, Senin (30/12). Santunan langsung diserahkan komisioner KPU Jombang kepada 18 petugas penyelenggara pemilu 2019.

1

Athoillah, Ketua KPU Jombang

Athoillah, Ketua KPU Jombang menyampaikan bahwa pada saat Pemilu 2019 terdapat 36 (tiga puluh enam) penyelenggara pemilu di Kabupaten Jombang yang mengalami musibah. 33 (tiga puluh tiga) penyelenggara mengalami sakit, 3 (tiga) orang meninggal dunia. Dari 36 berkas tersebut yang memenuhi kelengkapan sesuai juknis KPU RI sebanyak 20 orang sakit dan 1 orang meninggal.
“KPU Jombang sudah berusaha semaksimal mungkin agar semua dapat diberikan santuan, ternyata dari tim verifikator KPU hanya 3 nama yang disetujui, 1 orang meninggal dunia dan 2 orang sakit. Tapi kita terus berusaha dengan mengajukan bantuan sosial ke Pemkab. Dan alhamdulillah Pemkab peduli dengan hal tersebut. 18 nama yang tidak masuk verifikasi mendapatkan bantuan sosial” jelas Athoillah.

Sebelumnya, lanjut Athoillah, Pemprop Jatim juga sudah memberikan santunan kepada penyelenggara pemilu yang meninggal dunia. “3 penyelenggara di Kabupaten Jombang yang meninggal juga sudah mendapatkan santunan dari Gubernur Jatim,” pungkasnya.

Sementara itu Divisi Sosdiklih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Rita Darmawati menyambut baik bantuan dari Pemkab Jombang. Mengingat bantuan tersebut memang sangat diharapkan dari penyelenggara yang mengalami musibah saat penyelenggaraan Pemilu 2019 lalu.
“Kita telah berusaha semaksimal mungkin, agar semua yang kita ajukan dapat menerima santunan. Ini merupakan ikhtiar kita, memberikan yang terbaik pada penyelenggara Pemilu 2019 dan alḥamdulillah, Pemkab memberikan bantuan tersebut,” tegasnya.

Mantan Ketua PPK Mojoagung ini juga menyampaikan bahwa besaran santunan kepada 18 penyelenggara badan ad-hoc Pemilu tahun 2019 yang mengalami kecelakaan kerja tidak sama dengan besaran yang telah ditentukan oleh KPU RI.
“Terkait santunan yang diberikan, memang besarnya tidak sama dengan yang diberikan KPU RI, karena ini adalah bantuan sosial dari Pemkab Jombang,“ Ujar Rita.

5

Foto bersama KPU Jombang bersama mantan badan ad-hoc penerima santunan di depan kantor KPU

Di sisi lain, Khotim Fadli salah satu penerima bantuan mengucapkan terima kasih atas perhatian dan santunan tersebut. “Kami sangat bersyukur pihak KPU dan Pemkab Jombang masih sangat peduli terhadap kami yang mengalami musibah, bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami,” ujarnya. (Humas KPU Jombang)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *