Tasyakuran Awal Tahun menjelang Pilkada Serentak

2

kpu-jombangkab.go.id Bertempat di Pendopo Kecamatan Kudu Jombang, Kamis (4/1), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kudu  mengadakan Tasyakuran. Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB. KPU Jombang di hadiri Moh Fatoni Anggota KPU Divisi Sosialisasi dan Parmas serta Staf Sekretariat KPU Jombang , Camat Kudu, Danramil Kudu,Perwakilan Polsek Kudu,PPK,PPS  Serta Panwascam Kudu.

Ketua PPK Kudu Miftakhul Anis mengatakan dengan,   tasyakuran ini dapat membangun motivasi yang  kuat sehingga kepercayaan penyelengara di mata masyarakat meningkat dan selalu berusaha memberikan karya terbaik, sesuai dengan jabatan yang diamanahkan kepada PPK sekaligus untuk mewujudkan Kecamatan Kudu Ceria siap melayani dengan ikhlas lahir batin.

Dalam sambutannya, Moh Fatoni  mengapresiasi tasyakuran yang diadakan PPK Kudu dengan mengundang semua elemen penyelengara  pemilu maupun masyarakat, Ia berpesan sinergitas penyelengara perlu ditingkatkan dalam menghadapi seluruh tahapan pemilu, apalagi tahun ini sampai tahun 2019 merupakan tahun pemilu, sinergitas harus dimaknai sebagai kerja bersama, berdasarkan persepsi yang sama, sinergi saling mengisi kekosongan satu sama lainnya,” ujar fatoni.1

Moh Fatoni menambahkan Potensi merebaknya kampanye bermuatan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) menjadi tantangan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019. Ia  berharap ada kolaborasi antara penyelenggara dan pengawas pemilu, dengan pihak pemerintah Kecamatan, Polsek dan Koramil, guna mengantisipasi berita bohong (hoaks) dan fitnah yang bernuansa SARA, Menurutnya  perlu di selesaikan sedini mungkin di tingkat bawah.

Salahudin Camat Kudu Jombang,  menyampaikan dalam menghadap hajatan politik lima tahunan ini, PPS dan PPK agar selalu berkoordinasi dengan baik, sehingga nantinya Pimilihan Bupati dan wakil Bupati  Jombang  berjalan sesuai harapan. Tidak ada persoalan yang muncul ditengah-tengah masyarakat yang mampu mencoreng demokrasi kita. “Koordinasi antara seluruh penyelengara dan pemerintahan  harus terjalin dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ia menambahkan yang paling utama diperhatikan yakni pelayanan dari segi kecepatan  dan keterbukaan selaku penyelengra, dalam melaksanakan tugas yang cukup berat ini harus bisa menjaga pola berbicara/public speaking, sehingga nantinya mampu menghasilkan yang terbaik, ajak seluruh masyarakat untuk ikut proses demokrasi. “Bekerjalah secara tulus ikhas, intens dan independen,” ujar sholehudin camat Kudu.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan makan bersama dengan seluruh peserta yang hadir dalam acara tasykuran tersebut.( Agus)